3 Cara Efektif Untuk Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan



Bagaimana cara mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK)? Layanan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat dinikmati oleh pekerja Penerima Upah (PU), Bukan Penerima Upah (BPU), Jasa Konstruksi, dan Pekerja Migran. Melalui program-program yang tersedia di BPJS Ketenagakerjaan yang awalnya bernama Jamsostek ini, para pekerja memiliki jaminan apabila mengalami kecelakaan atau hal yang tidak diduga selama bekerja.

Mengenal BPJS Ketenagakerjaan


Sebelum mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan, ketahui terlebih dahulu apa saja layanan yang disediakan, khususnya bagi pekerja Penerima Upah (PU). Pekerja yang menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk apa pun dari pemberi kerja berhak untuk menikmati 4 program jaminan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.
Jaminan Kecelakaan Kerja adalah perlindungan bagi pekerja atas risiko kecelakaan dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan dalam perjalanan saat menuju ke tempat kerja. Jaminan Kematian adalah manfaat berupa uang tunai yang akan diterima oleh ahli waris, baik anak, suami atau istri, maupun orang tua, ketika peserta meninggal dunia. 
Jaminan Hari Tua adalah manfaat berupa uang tunai yang merupakan akumulasi iuran serta hasil pengembangannya. Jaminan Pensiun adalah jaminan sosial bagi peserta setelah memasuki usia pensiun atau mengalami cacat berupa penghasilan yang diberikan secara berkala. Nah, dari keempat program ini, hanya Jaminan Hari Tua (JHT) yang dapat diklaim. 
Saldo JHT dapat diklaim meskipun usia kepesertaan belum mencapai 10 tahun atau peserta berumur minimal 56 tahun. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015, peserta yang masih aktif bekerja dan sedang mempersiapkan masa pensiun, dapat mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan sebesar 10% atau 30%. Sementara itu, peserta yang tidak lagi bekerja karena kondisi tertentu dapat mengajukan pencairan hingga 100%.

Mencairkan Dana BPJS TK Secara Online


Cara mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan secara online adalah dengan memanfaatkan aplikasi BPJSTKU atau situs resmi sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan:
  • Klik opsi Daftar Pengguna di aplikasi BPJSTKU jika belum memiliki akun. Jika sudah, login dan pilih menu “Klaim Saldo JHT”.
  • Isi kolom informasi. Kolom “KPJ” diisi dengan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan. Kolom “Keperluan” dipilih “Pengajuan Klaim”.
  • Kemudian, Anda akan melihat opsi jenis klaim. Ada beberapa pilihan, yaitu mencapai usia pensiun, mengundurkan diri, pemutusan hubungan kerja (PHK). Setelah dipilih, klik “Kirim”.
  • Akan muncul daftar dokumen yang harus dilengkapi. Unggah semua dokumen ini secara online
  • Selanjutnya, Anda akan menerima email yang berisi tanggal dan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang harus didatangi untuk mengklaim saldo JHT.
  • Pada hari yang ditentukan, datanglah ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan sambil membawa dokumen yang diminta sebelumnya. Petugas pun akan memberitahukan waktu pencairan saldo.

Mencairkan Dana BPJS TK melalui KTP elektronik reader


Dana JHT pun dapat dicairkan dengan menggunakan KTP-el reader. Ini merupakan layanan yang termasuk baru dari BPJS Ketenagakerjaan. Caranya sangat mudah, yaitu dengan melakukan tap KTP elektronik. Anda pun tidak harus mengisi formulir apa pun. Sebelumnya, pastikan data kependudukan Anda telah valid. Namun, layanan ini baru bisa dinikmati oleh penduduk DKI Jakarta dan 33 kantor cabang di ibu kota provinsi.

Mencairkan dana BPJS TK secara offline


Nah, opsi yang umumnya dilakukan adalah mencairkan dana JHT secara offline. Cara mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan ini adalah dengan mendatangi kantor cabang terdekat. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu:
  • Datanglah lebih awal untuk mengambil nomor antrean
  • Bawa dokumen persyaratan, yaitu fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan serta kartu asli, fotokopi KTP atau paspor serta dokumen asli, fotokopi Kartu Keluarga serta dokumen asli, dan buku rekening milik peserta.
  • Isilah formulir pengajuan klaim yang diberikan oleh petugas.
  • Serahkan formulir yang telah diisi beserta lampiran dokumen
  • Selanjutnya, Anda akan dipanggil oleh petugas setelah memeriksa seluruh berkas tersebut. Jika sudah lengkap, Anda akan kembali mendapatkan nomor antrean untuk bertemu petugas bagian pengajuan klaim.
  • Petugas kembali memeriksa semua dokumen yang diterima. Setelah sesuai, petugas akan memberikan informasi mengenai kapan waktu saldo JHT akan dicairkan.
Supaya tidak perlu datang terlalu pagi ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, Anda terlebih dahulu dapat mengambil nomor antrean secara online. Caranya adalah dengan mengakses aplikasi BPJSTKU atau situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. 
Nah, inilah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan guna mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dana Jaminan Hari Tua yang dimiliki. Dana ini diharapkan dapat membantu pekerja untuk mewujudkan rencananya ketika akan menghadapi masa pensiun. Cara mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan ini sangat praktis sehingga Anda tidak perlu bingung lagi untuk melakukannya sendiri. Semoga bermanfaat!
The post 3 Cara Efektif Untuk Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan appeared first on Moneyfazz.

0 comments:

Post a Comment